Kode Unit: J.611000.003.02
Tingkat: SMK Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
Persyaratan Unit: J.611000.001.01 & J.611000.002.01
Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu mengidentifikasi ruang lingkup jaringan, menghitung kebutuhan bandwidth, menentukan jenis topologi fisik dan logis yang tepat, serta membuat peta denah lokasi perangkat secara presisi.
Topologi jaringan adalah peta arsitektur yang menggambarkan bagaimana perangkat-perangkat jaringan terhubung secara fisik (kabel dan tata letak) maupun secara logis (aliran data).
Sebelum menggambar topologi, teknisi harus menetapkan dua variabel utama:
Skala Ruang Lingkup Jaringan:
LAN (Local Area Network): Skala satu ruangan, laboratorium, atau satu gedung.
CAN (Campus Area Network): Menghubungkan beberapa gedung dalam satu area sekolah/kampus.
WAN (Wide Area Network): Menghubungkan jaringan sekolah ke kantor dinas atau internet.
Kapasitas Pengguna & Pertumbuhan (Scalability):
Desain topologi tidak boleh hanya mencukupi kebutuhan saat ini, melainkan harus memperhitungkan potensi penambahan user atau perangkat dalam 3–5 tahun ke depan (minimal menyisakan 20–30% port/capacity spare).
Setiap bentuk topologi memiliki karakteristik, kelebihan, dan kelemahannya masing-masing.
Topologi Bus:
Konsep: Semua perangkat terhubung ke satu kabel utama (backbone) menggunakan konektor BNC/T-Connector dengan terminator di kedua ujungnya.
Kelebihan: Hemat kabel dan biaya murah.
Kekurangan: Jika kabel utama putus, seluruh jaringan mati total (single point of failure). Sering terjadi collision (tabrakan data).
Topologi Star (Bintang):
Konsep: Setiap perangkat terhubung langsung ke satu perangkat pusat (Switch/Hub) menggunakan kabel UTP (RJ-45).
Kelebihan: Mudah ditelusuri jika ada kerusakan kabel, isolasi masalah cepat, dan penambahan user tidak mengganggu user lain.
Kekurangan: Sangat bergantung pada switch pusat; jika switch rusak, seluruh area terhubung akan mati.
Topologi Ring (Cincin):
Konsep: Perangkat terhubung membentuk lingkaran tertutup. Data mengalir satu arah menggunakan metode Token Passing.
Kelebihan: Performa relatif stabil saat beban lalu lintas data padat.
Kekurangan: Sulit melakukan perbaikan (troubleshooting) dan perombakan struktur kabel.
Topologi Tree (Pohon / Hirarkis):
Konsep: Kombinasi dari beberapa topologi Star yang dihubungkan ke satu backbone switch utama. Struktur berbentuk hirarki (Core Layer, Distribution Layer, Access Layer).
Kelebihan: Sangat terstruktur, cocok untuk gedung bertingkat, dan manajemen lalu lintas data mudah dipisah.
Kekurangan: Membutuhkan kabel yang panjang dan switch tambahan dalam jumlah banyak.
Topologi Mesh (Jala):
Konsep: Setiap perangkat terhubung secara langsung ke semua perangkat lain di dalam jaringan (Full Mesh) atau sebagian (Partial Mesh).
Kelebihan: Memiliki jalur cadangan (redundancy) paling tinggi. Jika satu kabel/perangkat putus, data otomatis beralih ke jalur lain.
Kekurangan: Biaya sangat mahal dan pemasangan kabel sangat rumit.
Berdasarkan SKKNI, perancangan topologi harus mengikuti urutan tahapan teknis berikut:
Pengelompokan bandwidth dibagi berdasarkan fungsi area/segmen:
Segmen Server / Core Layer: Membutuhkan link berkecepatan tinggi (Gigabit 1 Gbps / 10 Gbps) karena menampung lalu lintas dari seluruh segmen.
Segmen Distribusi / Access Layer: Membutuhkan alokasi bandwidth sesuai jumlah pengguna (misal: 100 Mbps–1 Gbps ke meja siswa/guru).
Perhatikan batasan jarak standar media transmisi:
Kabel UTP/STP: Maksimal 100 meter. Jika jarak antargerung melebihi 100 meter, wajib menggunakan Fiber Optic atau memasang repeater/switch tambahan di tengah jalur.
Wi-Fi / Nirkabel: Dinding beton tebal, kaca bermaterial khusus, dan perangkat elektronik lain dapat meredam sinyal radio.
Peta jaringan dibuat dalam dua bentuk:
Peta Topologi Logis: Menggambarkan alur data, skema alamat IP (IP Address/Subnetting), VLAN ID, dan nama-nama perangkat.
Peta Topologi Fisik: Menggambarkan tata letak riil perangkat di dalam denah bangunan (posisi rak server, jalur pipa kabel di dinding/plafon, serta titik access point).
Siswa diajak merancang topologi bertingkat untuk area sekolah dengan 3 gedung berbeda:
Gedung A (Utama): Ruang Server Utama, Ruang Kepala Sekolah, dan Ruang TU.
Gedung B (Pembelajaran): 2 Ruang Lab Komputer (Total 72 PC).
Gedung C (Fasilitas Umum): Perpustakaan & Kantin (Akses Wi-Fi).
Core Layer (Pusat):
1 Unit Router Utama + 1 Unit Switch Core Gigabit dipasang di Gedung A (Ruang Server).
Distribution Layer (Penghubung Antar-Gedung):
Ditarik kabel Fiber Optic (FO) dari Switch Core di Gedung A menuju Switch Distribusi di Gedung B dan Gedung C (karena jarak antargedung >100 meter).
Access Layer (Ujung Pengguna):
Gedung B: 2 Unit Switch 48-Port terhubung ke PC Lab dengan kabel UTP Cat6 (Topologi Star).
Gedung C: Switch Distribusi terhubung ke 2 Unit Access Point Wi-Fi 6 untuk layanan publik.
Untuk membuat peta denah dan simulasi topologi jaringan, teknisi/siswa dapat menggunakan beberapa aplikasi pendukung:
Cisco Packet Tracer: Untuk simulasi alur data, konfigurasi perangkat, dan pengujian topologi secara interaktif.
Microsoft Visio / Draw.io (Diagrams.net): Untuk membuat diagram topologi fisik dan logis yang rapi dan profesional untuk dokumen laporan.
Studi Kasus:
Sekolah Anda berencana membangun jaringan di gedung baru berlantai dua:
Lantai 1: Ruang Guru (20 Laptop Wi-Fi) dan Ruang Tata Usaha (5 PC Kabel + 1 Printer).
Lantai 2: Laboratorium Komputer Baru (30 PC Kabel).
Instruksi Tugas:
Tentukan jenis topologi fisik yang paling cocok digunakan untuk lantai 1 dan lantai 2! Berikan alasannya.
Gambarkan Peta Topologi Logis sederhana menggunakan Draw.io atau Cisco Packet Tracer yang memperlihatkan posisi Router, Switch, Access Point, dan PC/Laptop.
Tentukan jenis media sambungan (kabel UTP/Fiber Optic) yang digunakan untuk menghubungkan switch lantai 1 ke switch lantai 2!